Google+ Followers

Rabu, 03 April 2013

Caplak Jajar Legowo 2 : 1 dan 4 : 1


SISTIM TANAM PADI SAWAH

Cara tanam/ sistim tanam padi sawah terdiri dari 2 cara tanam yaitu cara Tegel dan Jajar Legowo. Cara tanam dengan  pendekatan PTT dianjurkan menggunakan sistim tanam Jajar Legowo, mengingat sistim tanam tersebut memiliki kelebihan-kelebihan dibanding dengan cara tanam sistim Tegel.

 1)         Pengertian Legowo
Adalah suatu sistim penanaman padi sawah dengan cara pengaturan jarak tanam yang  rapat dan dibuat lorong/ barisan tanaman yang dikosongkan sehingga didapatkan populasi tanaman padi yang lebih optimal, perawatan tanaman lebih mudah dan intensitas cahaya matahari lebih mudah masuk keareal pertanaman.
Cara tanam jajar legowo untuk padi sawah secara umum bisa dilakukan dengan berbagai tipe yaitu: legowo (2:1), (3:1), (4:1), (5:1), (6:1) atau tipe lainnya.

2)         Manfaat Sistim Tanam Jajar Legowo

1.      Menambah populasi tanaman
  1. Mempermudah perawatan tanaman
  2. Mengurangi intensitas serangan OPT pada tanaman padi
  3. Mempermudah cahaya matahari masuk ke tanaman sehingga mengurangi kelembapan
  4. Memanfaatkan Efek tanaman pinggir
  5. Meningkatkan hasil produksi tanaman padi
3)       Model Legowo  
1. Jajar Legowo 2 : 1
Adalah cara tanam yang memiliki 2 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong, dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam 1/2 kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 2 : 1 adalah 25 cm (antar barisan) x 12,5 cm (barisan pinggir) x 50 cm (barisan kosong) atau 20 cm x 10 cm x 40cm.
Gambar Jajar Legowo 2:1
 Dok: BP3K Kec Batanghari kab Lam-Tim

2. Jajar Legowo 4 : 1
Adalah cara tanam yang memiliki 4 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong, dimana jarak antar tanaman dalam barisan mempunyai jarak tanam setengah kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 4 : 1 adalah 25 cm (jarak tanam antar barisan) x 12,5 cm (jarak tanam dalam barisan) x 50 cm (barisan kosong) atau 20cm x 10 cm x 40 cm
 Gambar Jajar Legowo 4;1
Dok: BP3K Kec Batanghari kab Lam-Tim.

 4)    Populasi Tanaman pada Model Legowo
Sebagai gambaran populasi tanaman pada berbagai model Legowo “
  • Untuk sistem tanam Legowo 4:1 = (20 x 10 cm) x 40 cm, gunakan bambu ukuran 1 m x 1 m sehingga dalam  satu meter persegi lahan sawah didapatkan 4 baris kali 10 baris tanaman = 40 rumpun per meter persegi.
  • Untuk sistem tanam Legowo 4:1 = (25 x 12,5 cm) x 50 cm, gunakan bambu ukuran 1,25 m x 1 m sehingga didapatkan 4 baris kali 8 baris tanaman = 32 rumpun x 0,8 (1 m2/1,25m2) = 26 rumpun per meter persegi.
  • Untuk sistem tanam Legowo 2:1 = (20 x 10 cm) x 40 cm, gunakan bambu ukuran  0,6 m x 1 m sehingga didapatkan 2 baris kali 10 baris tanaman = 20 rumpun per 0,6 m2 = 33 rumpun per meter persegi.
  • Untuk sistem tanam Legowo 2:1 = (25 x 12,5 cm) x 50 cm, gunakan bambu ukuran 0,75 m x 1 m sehingga didapatkan 2 baris kali 8 baris tanaman = 16 rumpun per 0,75 m2 =  21 rumpun per meter persegi.
 Berdasarkan  hasil penelitian, model terbaik untuk mendapatkan produksi gabah tertinggi dicapai oleh legowo 4:1, dan untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih dicapai oleh legowo 2:1.
Modifikasi jarak tanam pada cara tanam legowo bisa dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Secara umum, jarak tanam yang dipakai adalah 20 cm dan bisa dimodifikasi menjadi 22,5 cm atau 25 cm sesuai pertimbangan varietas padi yang akan ditanam atau tingkat kesuburan tanahnya.
Mengingat besarnya manfaat yang diberikan dengan menggunakan sistim tanam jajar legowo pada budidaya padi sawah, maka akan sangat mendukung penggunaan sistim tanam jajar legowo  bila diciptakan suatu alat pembuat garis tanam yang efektif dan praktis sehingga bisa menghemat penggunaan tenaga kerja, waktu pembuatan garis tanam dan diperoleh garis tanam yang seragam.

Alat Pembuat Garis Tanam Jajar Legowo 2:1 Dan 4:1



Dok: BP3K Kec Batanghari kab Lam-Tim

Keseluruhan Bahan Terbuat Dari Besi Yang Terdiri Dari:
1. Plat strip dengan lebar 1,0 cm
2. Pipa calvanis dengan diameter 0,5 inci
3. Pipa kalvanis dengan diameter  ¾ inci
4. Klaher dengan diameter llubang  ¾ inci
5. Besi behel 10 milimeter
6. Besi siku 4 x 4 cm
7. Besi stall/holo 4 x 4 cm
8. Baut ukuran 12


Cara Pembuatan Alat:  
  1.  Plat strip dipotong sepanjang 75 cm lalu dibentuk menyerupai roda/cincin dengan diameter 25 cm.
  2.   Besi Behel dipotong 3 buah dengan panjang 11 cm, dibuat sebagai jari-jari roda 
  3.   Besi pipa dengan diameter ¾ inci dipotong sepanjang 5 cm, dibuat sebagai lubang AS roda.
  4.   Ketiga bahan diatas disatukan dengan cara dipatri/las sehingga berbentuk  roda yang memiliki lubang sumbu atau lubang AS. 
  5.  Roda dibuat sebanyak 9 buah. 
  6.  Setelah semua roda telah siap, seanjutnya siapkan 2 buah besi pipa ½ inci dengan ukuran panjang masing-masing 125 cm dan 175 cm yang digunakan sebagai AS roda.. 
  7.  Pada pipa dengan panjang 125 cm dimasukkan 4 buah cincin/roda, lalu setiap 2 bagian roda disambungkan menjadi satu bagian dengan menggunakan plat strip sepanjang 35 cm.
  8. Jarak antar roda yang disambungkan  menjadi satu bagian adalah 25 cm, lalu jarak antara plat strip yang digunakan untuk menyatukan kedua roda tersebut adalah 12,5 cm. (terlihat pada gambaR.
  9. Ukur  jarak 25 cm pada bagian pinggir pipa yang digunakan sebagai AS, lalu dua roda yang telah digabungkan jadi satu dilas sehingga melekat kuat pada pipa AS, sementara 2 roda lainnya yang telah digabungkan jadi satu bagian tidak dilas pada pipi AS, sehingga dapat digeser untuk menyesuaikan sistim tanam jajar legowo yang akan digunakan. 
  10.  Pada pipa ½ dengan panjang 175 cm dibuat serupa dengan cara kerja no 7,8,9 hanya saja pada pipa ini diberi tambahan 1 buah roda lagi yang berfungsi sebagai penanda untuk membuat garis tanam yang berikutnya dan satu buah roda ini dapat digeser dalam batang pipa AS. 
  11.   Roda yang dapat digerakkan / digeser dalam batang pipa AS dipasangkan  baut ukuran 12 yang di las pada lubang AS roda, sehingga dapat melekat kuat pada pipa AS. 
  12. Setelah semua bahan dirangkai, selanjutnya siapkan 2 buah klaher dengan diameter ¾ inci, pipa ¾ inci sepanjang 50 cm, pipa 2 inci 10 cm, besi siku 4 x 4cm sepanjang 1,2 meter dan besi stal 4 x 4 sepanjang 1,5 meter.. 
  13.  Semua bahan no 12 adalah satu bagian alat pembuat garis tanam yang nantinya setelah dirangkai dengan cara di Patri/las akan menjadi tangkai / gagang alat tersebut.

Spesifikasi alat:
Panjang bagian pembuat garis tanam 3 meter
Diameter roda pembuat garis tanam 25 cm
Panjang tangkai/ gagang 1,5 m
Berat alat -/+ 15 kg
Jarak garis tanam antar barisan 25 cm
Jarak garis tanam dalam barisan 12,5 cm
Jarak Lorong legowo/barisan kosong 50 cm

Keuntungan alat:

1.      Alat ini dapat dipisahkan menjadi 3 bagian, sehingga memudahkan dalam transportasi.
2.      Alat ini dapat dapat disesuaikan dengan keinginan/kebiasaan petani dalam menggunakan sistim tanam jajar legowo 2 : 1 atau 4 : 1.
3.      Dengan menggunakan alat ini dapat menghemat waktu dan tenaga kerja dalam membuat garis tanam, sebab hanya cukup sekali jalan saja dan sudah terbentuk garis tanam dengan ukuran yang seragam, yaitu 25 x 12,5 x 50 cm.
4.      Memudahkan para penanam dalam meletakkan bibit pada lubang tanam dengan jarak antar tanaman yang seragam.
5.      Biaya pembuatan cukup terjangkau.
6.      Mudah dalam perakitan dan penggunaannya

Kelemahan alat:
Semua bagian terbuat dari besi sehingga mudah berkarat apabila perawatan dan penyimpanannya tidak baik.


bagian-bagian alat caplak jajar legowo sebelum dirangkai


setelah semua bagian caplak dirangkai, caplak siap digunakan.


caplak digunakan untuk membuat garis tanam jajar legowo 2 : 1








Text Box: Hasil garis tanam yang terbentuk dengan sistim tanam jajar legowo 2 : 1 akan sangat baik bila kondisi pada sawah tidak tergenangi air, sehingga garis tanam akan tampak rapi dan jelas.









 





TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar